Penguatan Bimbingan dan Konseling Jadi Prioritas Kemendikdasmen dalam Pendidikan Karakter

Kebijakan

Penguatan Bimbingan dan Konseling Jadi Prioritas Kemendikdasmen dalam Pendidikan Karakter

Bali, 2 Oktober 2026, Penguatan layanan bimbingan dan konseling (BK) menjadi salah satu prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan mutu pendidikan. Melalui pendekatan yang lebih humanis, BK diharapkan memperkuat pembentukan karakter sekaligus memastikan murid mendapatkan pendampingan dalam proses pendidikan.
Dalam pemaparan kebijakan pendidikan kepada para pimpinan perguruan tinggi, Kemendikdasmen menekankan pentingnya dukungan perguruan tinggi, khususnya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), untuk memperkuat kompetensi guru dalam bidang bimbingan dan konseling.

Penguatan pendidikan karakter diarahkan pada pendekatan yang mengedepankan pendampingan kepada murid. Dalam pelaksanaannya, guru BK memiliki peran penting bersama seluruh guru untuk membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan murid. “Kebijakan yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter dengan penguatan bimbingan konseling.
Kami berusaha agar persoalan karakter ini pembentukannya diperkuat dengan pendekatan yang lebih humanis, pendekatan yang lebih mengedepankan pendampingan kepada para murid dan itu membutuhkan peran penting dari guru-guru BK dan semua guru. Karena dalam kebijakan kami, semua guru harus melaksanakan tugas ke-BK-an
” demikian disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dalam pemaparan dalam sambutan di acara Konvensi Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026.

Sejalan dengan arah kebijakan itu, seluruh guru diharapkan dapat menjalankan peran pendampingan sesuai dengan tugasnya. Karena itu, pelatihan untuk membekali guru dengan kemampuan dasar konseling menjadi kebutuhan penting. Bagi komunitas profesi bimbingan dan konseling, arah kebijakan ini membuka ruang kontribusi dalam pengembangan kompetensi pendidik dan penguatan layanan BK di sekolah. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan sekolah menjadi penting agar pendampingan kepada murid dapat dilaksanakan secara tepat dan berkelanjutan.

Pendampingan Murid dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran

Selain penguatan pendidikan karakter melalui BK, Kemendikdasmen menempatkan pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai program prioritas. Kebijakan ini diarahkan untuk merespons persoalan akademik, termasuk kondisi ketika murid mengikuti pendidikan tetapi belum memperoleh pembelajaran yang bermakna atau schooling without learning, serta tantangan rentang perhatian dalam belajar. Upaya tersebut berangkat dari pandangan bahwa perbaikan mutu pendidikan perlu dimulai dari proses pembelajaran di dalam kelas. Dukungan perguruan tinggi dan LPTK diperlukan untuk mempersiapkan guru yang mampu menerapkan pembelajaran mendalam.

Prioritas lainnya adalah penguatan pembelajaran sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Kemendikdasmen mendorong pendekatan STEM 5M, yakni mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful. Pendekatan ini diharapkan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang menarik serta menumbuhkan minat murid terhadap sains dan teknologi.
Dalam pemaparan yang sama, Kemendikdasmen juga menyampaikan kebijakan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III SD pada tahun ajaran 2027/2028. Persiapan pelaksanaannya diarahkan melalui pelatihan guru kelas agar mampu mengajarkan kemampuan dasar bahasa Inggris dengan pendekatan komunikatif dan menggembirakan.

Berbagai arah kebijakan tersebut memperlihatkan kebutuhan akan pendidik yang mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mendampingi perkembangan karakter murid. Dalam konteks ini, penguatan bimbingan dan konseling menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pendidikan yang humanis, bermakna, dan berpihak pada kebutuhan murid.

Share this post on:

Tinggalkan Komentar

Kirim komentar anda mengenai tulisan ini melalui form berikut.